Lewati ke konten utama
+62 817-5797-376 admin@smpn3sekotong.sch.id
Jln Raya Buwun Mas Sekotong Tengah, Buwun Mas, Kec. Sekotong, Kab. Lombok Barat, Prov. Nusa Tenggara Barat
Berita Sekolah

Kiprah Guru SMPN 3 Sekotong: Perkuat Kompetensi Guru IPS Lombok Barat di Bidang Kesiapsiagaan Bencana dan Asesmen

Thursday, 05 November 2026 Oleh: Agustin Eka Ariestari, S.Pd.Gr.M.Pd 7 kali dibaca

Kiprah Guru SMPN 3 Sekotong: Perkuat Kompetensi Guru IPS Lombok Barat di Bidang Kesiapsiagaan Bencana dan Asesmen

Oleh: Agustin Eka Ariestari, S.Pd., Gr., M.Pd./Guru IPS SMP Negeri 3 Sekotong

Lombok Barat – Guru IPS SMP Negeri 3 Sekotong, Agustin Eka Ariestari, S.Pd., Gr., M.Pd., menggerakkan kegiatan pengimbasan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan penyusunan soal Sumatif Akhir Semester (SAS) pada Senin, 2 November 2026 di Lab. IPA SMPN 2 Lingsar. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 13.00 WITA ini diikuti sekitar 60 guru IPS dari sekolah negeri maupun swasta se-Kabupaten Lombok Barat, dan diselenggarakan melalui MGMP IPS SMP Kabupaten Lombok Barat yang ia ketuai.

Sebagai guru IPS yang mengajar kelas VII sampai IX di SMPN 3 Sekotong, Bu Agustin merancang kegiatan ini dari kebutuhan nyata guru di kelas: memahami kesiapsiagaan bencana dan memiliki soal asesmen yang bermutu. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yaitu pengimbasan SPAB dan penyusunan soal SAS.

Sesi I: Pengimbasan SPAB

Sebagai guru IPS yang mengajar di Sekotong, wilayah pesisir Lombok Barat yang rawan gempa bumi dan tsunami, Bu Agustin memandang kesiapsiagaan satuan pendidikan sebagai hal yang penting. Melalui pengimbasan SPAB, ia mengajak para guru IPS memahami cara membangun budaya aman bencana di sekolah dan mengaitkannya dengan pembelajaran IPS di kelas. Topik ini juga ia dalami dalam studi magisternya.

Pada sesi ini peserta dibagi ke dalam tujuh kelompok campuran yang masing-masing beranggotakan sekitar enam guru. Pembagian ini sengaja menyebar guru dari sekolah negeri dan swasta supaya diskusi lebih beragam dan setiap kelompok bisa saling berbagi pengalaman dari sekolahnya masing-masing.

Sesi II: Penyusunan Soal SAS

Pada sesi kedua, peserta dikelompokkan berdasarkan jenjang kelas, yaitu Kelompok Kelas VII, VIII, dan IX dengan masing-masing 18 guru. Kisi-kisi dan kunci jawaban soal sudah disusun sendiri oleh Bu Agustin sebelum kegiatan, sehingga peserta dapat langsung menyusun butir soal sesuai kisi-kisi yang tersedia. Dengan cara ini, soal SAS yang dihasilkan diharapkan lebih seragam mutunya di seluruh sekolah.

Harapan ke Depan

Bagi Bu Agustin, kegiatan ini sejalan dengan tugasnya sebagai guru IPS untuk terus meningkatkan kompetensi, baik untuk dirinya maupun rekan sejawat. Perannya sebagai Ketua MGMP IPS Kabupaten Lombok Barat memberinya ruang untuk membagikan pengalaman itu kepada guru di seluruh kabupaten. "Kami berharap hasil kegiatan ini langsung dipakai di sekolah masing-masing," ujarnya.

Sebagai guru SMPN 3 Sekotong, ia berharap pengalaman ini dapat dibawa ke kelas dan memperkaya pembelajaran IPS bagi murid-muridnya. MGMP IPS Lombok Barat sendiri akan terus mengadakan kegiatan berkala yang membahas model pembelajaran, media pembelajaran, dan penguatan asesmen untuk meningkatkan kompetensi guru IPS di seluruh kabupaten.

Bagikan Artikel Ini: