BERBAGI PRAKTIK BAIK

Para guru perlu mendapatkan pelatihan dengan cara yang berbeda dari yang selama ini dilakukan. Mereka membutuhkan contoh yang dapat memberi gambaran lebih jelas tentang pembelajaran yang baik. Media sosial berbasis video dapat digunakan untuk saling berbagi tentang pembelajaran yang baik. Sayangnya contoh tersebut masih sangat jarang didapatkan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Budaya berbagi pengalaman mengajar yang baik belum terbangun. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Kurang percaya diri dengan pembelajaran yang dilakukannya, belum mengetahui manfaat berbagi pengalaman mengajar, adalah beberapa alasannya. Belum adanya fasilitasi untuk berbagi, mungkin juga menjadi penyebab.

Membagikan praktik baik pembelajaran, memberi dampak positif bagi peningkatan kompetensi guru yang bersangkutan. Guru tersebut akan berupaya untuk terus melakukan pembelajaran yang baik. Menjadi motivasi baginya untuk mencari pengetahuan agar kualitas pembelajarannya meningkat.

Bagi orang lain, praktik baik yang dibagikan menjadi inspirasi baginya untuk melaksanakan pembelajaran seperti yang dicontohkan. Mengetahui bahwa orang lain mampu membagikan praktik baik pembelajarannya, menunjukkan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang mudah dilakukan. Maka sangat mungkin akan memicunya untuk juga melakukan pembelajaran yang baik kemudian membagikan praktik baiknya tersebut.

Dengan demikian, ketika budaya berbagi praktik baik telah terbangun, pikiran positif tentang pendidikan juga akan terbangun. Baik guru yang berbagi praktik baik, orang atau guru lain yang melihat, dan semua stakeholder pendidikan semua akan berpikir ke arah yang sama, yaitu tujuan pendidikan sebagai muatan kurikulum.

Membangun budaya berbagi praktik baik bukan hal yang mudah. Diperlukan sistem pendukung agar tersedia ruang untuk berbagi. Platform Merdeka Mengajar yang diluncurkan sebagai pendukung untuk implementasi Kurikulum Merdeka, menjadi sarana efektif untuk berbagi praktik baik sesama guru