GSMS (GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, akan kembali melaksanakan Gerakan Seniman Masuk Sekolah di tahun 2022.  Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) merupakan program fasilitasi sekolah dalam menghadirkan seniman sebagai guru seni budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler di satuan pendidikan, yaitu di jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK . Pada tahun 2022, program GSMS memiliki target sebanyak 25 dinas pendidikan, 250 seniman dan sekolah, serta 2.500 siswa. 

Sasaran dari program GSMS adalah dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota, seniman, sekolah, siswa, dan masyarakat. Pelaksanaan GSMS merupakan kerja sama antara Kemendikbudristek dengan pemerintah daerah melalui mekanisme berbagi (sharing) anggaran karena biaya pementasan siswa di akhir program akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

Proses belajar mengajar kegiatan GSMS akan berlangsung secara daring ataupun luring oleh seniman kepada siswa dari sekolah yang ditunjuk oleh dinas pendidikan di daerah, dengan memperhatikan kondisi pandemi di masing-masing daerah. Setiap seniman akan memberikan pembelajaran dalam kurun waktu paling lama empat bulan, dengan jumlah 19 kali pertemuan. Ke-19 pertemuan tersebut sudah termasuk persiapan, pembelajaran, dan pelaksanaan pementasan serta pameran presentasi hasil pembelajaran.

Materi GSMS meliputi lima hal, yaitu Seni Pertunjukan (Seni Musik/Seni Suara, Seni Tari, dan Seni Teater); Seni Rupa; Seni Media; Seni Sastra; dan/atau Nilai Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan lainnya. Hasil kegiatan ekstrakurikuler dari GSMS dipresentasikan dalam bentuk pameran/pementasan untuk diapresiasi dengan melibatkan publik, yakni guru, tenaga pendidik, komite sekolah, dan masyarakat di sekitarnya.

Melalui program GSMS, diharapkan peserta didik dapat menyerap secara langsung ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki seniman. Program GSMS bertujuan menanamkan kecintaan dan wawasan yang lebih luas tentang karya seni budaya, menumbuhkan minat dan bakat peserta didik di bidang seni budaya, membentuk karakter, serta membangun sikap kreatif, apresiatif, dan inovatif peserta didik.

 Siswa juga diharapkan dapat ikut melestarikan, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya dan objek pemajuan kebudayaan melalui seniman yang mengajar di sekolah. Gerakan Seniman Masuk Sekolah pada tahun 2022 juga diharapkan dapat menjangkau daerah 3-T (tertinggal, terluar, dan terdepan).

Dalam Hal ini SMPN 3 Sekotong Merupakan Salah Satu Sekolah yang mendapatkan Kesempatan terpilih dalam program GSMS ini. Adapun Kesenian yang di tonjolkan adalah kesenian Gendang Beleq. 

Gendang beleq merupakan salah satu musik tradisional yang telah diwariskan orang terdahulu masyarakat Suku Sasak yang mendiami pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat Lombok tentu tidak asing lagi dengan kelompok musik gendang beleq. Kelompok penabuh gendang ini biasanya terdiri dari belasan personel. Mereka kerap tampil sebagai penghibur saat hajatan. Gendang beleq biasanya digunakan sebagai pengiring tradisi nyongkolan saat resepsi pernikahan. Tidak hanya itu gendang beleq juga digunakan untuk hajatan lain seperti saat pelaksanan khitanan atau beberapa kegiatan adat lainnya. Namun, sebelum gendang beleq difungsikan sebagai pengiring pengantin saat nyongkolan, gendang beleq awalnya digunakan untuk pemberi semangat saat akan mengantar atau menyambut pasukan perang.

Dalam bahasa Sasak beleq berarti besar. Gendang beleq disebut demikian karena mempunyai ciri khas memiliki gendang besar. Adapun gendang beleq sendiri sendiri mempunyai panjang 110 sentimeter dengan rata-rata berat 2,5 kilogram. “Kenapa disebut gendang beleq, karena gendangnya besar, panjang 100 meter 10 sentimeter,”

Gendang beleq yang dulunya digunakan untuk menyambut pasukan perang, kini digunakan sebagai musik penyambutan kedatangan para tamu, hingga acara-acara kebudayaan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Dalam bahasa Sasak beleq berarti besar. Gendang beleq disebut demikian karena mempunyai ciri khas memiliki gendang besar. Adapun gendang beleq sendiri sendiri mempunyai panjang 110 sentimeter dengan rata-rata berat 2,5 kilogram. “Kenapa disebut gendang beleq, karena gendangnya besar, panjang 100 meter 10 sentimeter,”

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Dalam bahasa Sasak beleq berarti besar. Gendang beleq disebut demikian karena mempunyai ciri khas memiliki gendang besar. Adapun gendang beleq sendiri sendiri mempunyai panjang 110 sentimeter dengan rata-rata berat 2,5 kilogram. “Kenapa disebut gendang beleq, karena gendangnya besar, panjang 100 meter 10 sentimeter,”

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Dalam bahasa Sasak beleq berarti besar. Gendang beleq disebut demikian karena mempunyai ciri khas memiliki gendang besar. Adapun gendang beleq sendiri sendiri mempunyai panjang 110 sentimeter dengan rata-rata berat 2,5 kilogram. “Kenapa disebut gendang beleq, karena gendangnya besar, panjang 100 meter 10 sentimeter,”

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Dalam bahasa Sasak beleq berarti besar. Gendang beleq disebut demikian karena mempunyai ciri khas memiliki gendang besar. Adapun gendang beleq sendiri sendiri mempunyai panjang 110 sentimeter dengan rata-rata berat 2,5 kilogram. “Kenapa disebut gendang beleq, karena gendangnya besar, panjang 100 meter 10 sentimeter,”

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Dalam bahasa Sasak beleq berarti besar. Gendang beleq disebut demikian karena mempunyai ciri khas memiliki gendang besar. Adapun gendang beleq sendiri sendiri mempunyai panjang 110 sentimeter dengan rata-rata berat 2,5 kilogram. “Kenapa disebut gendang beleq, karena gendangnya besar, panjang 100 meter 10 sentimeter,”

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
 Gendang beleq merupakan salah satu musik tradisional yang telah diwariskan orang terdahulu masyarakat Suku Sasak yang mendiami pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat Lombok tentu tidak asing lagi dengan kelompok musik gendang beleq. Kelompok penabuh gendang ini biasanya terdiri dari belasan personel. Mereka kerap tampil sebagai penghibur saat hajatan. Gendang beleq biasanya digunakan sebagai pengiring tradisi nyongkolan saat resepsi pernikahan. Tidak hanya itu gendang beleq juga digunakan untuk hajatan lain seperti saat pelaksanan khitanan atau beberapa kegiatan adat lainnya. Namun, sebelum gendang beleq difungsikan sebagai pengiring pengantin saat nyongkolan, gendang beleq awalnya digunakan untuk pemberi semangat saat akan mengantar atau menyambut pasukan perang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Gendang Beleq, Musik Tradisional Lombok, Dulu Dipakai untuk Menyambut Pasukan Perang", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/09/19/141024878/mengenal-gendang-beleq-musik-tradisional-lombok-dulu-dipakai-untuk?page=all.
Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid
Editor : Pythag Kurniati

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6