Kami Bertiga ( Agustin Ariestari, S.Pd, I Gede Aditya Putra, S.Pd dan Muhamad Efandi Suryatama, S.Pd) Kembali Mengikuti Diklat Pembelajaran Mendalam (PM) IN 2 dari tanggal 19 hingga 22 November di SMPN 1 Gerung. Mengikuti kegiatan IN 2 ini adalah pengalaman yang transformasional dan sangat reflektif. Berbeda dengan IN 1 yang berfokus pada pengenalan konsep, IN 2 ini terasa seperti wadah untuk "mencuci otak" dan membersihkan praktik mengajar saya dari hal-hal yang kurang efektif, sekaligus menguatkan praktik baik yang sudah berjalan.
Pencerahan dan Refleksi
Pada Hari 1, materinya adalah kami melakukan Refleksi Hasil OJT. Selama OJT (On-the-Job Training), kami merasa sudah maksimal, namun melalui diskusi dengan rekan-rekan guru dari berbagai sekolah, kami menyadari ada tantangan yang universal—terutama dalam mengukur kompetensi Koneksi Global dan Karakter pada siswa.
Fasilitator memandu kami dengan sangat baik, tidak hanya menanyakan apa yang kami lakukan, tetapi mengapa kami melakukannya. Ini membuat saya kembali merenungkan konsep "Agen Perubahan" dan bagaimana saya harus memproyeksikan Growth Mindset tidak hanya ke siswa, tetapi juga ke rekan sejawat.
Pada Hari Ke 2 kami melakukan presentasi berbagi praktik baik kegiatan PM yang telah dilakukan disekolah. masing masing peserta maju untuk mempresentasikan kegiatan mereka. dan pada kesempatan ini Fasilitaor memilih 3 orang untuk mewakili kelas SMP berbagi praktik baik di kegiatan TALKSHOW pada hari ke 3 besok. Adapun 2 orang dari SMPN 3 SEKOTONG (Agustin Ariestari, S.Pd dan Muhamad Efandi Suryatama, S.Pd) Terpilih menjadi perwakilan kelas SMP untuk mempresentasikan Praktek baik pembelajaran PM yang telah dilakukan disekolah.
Hari 4 adalah puncak dari seluruh proses ini. Menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) memaksa saya untuk merumuskan tujuan yang spesifik dan terukur. Saya meninggalkan diklat ini dengan perasaan yakin dan penuh energi.
Rasa yang paling dominan adalah Optimisme yang Berbasis Bukti. Optimisme bahwa kami bisa menjadi guru yang lebih baik, bahwa saya bisa membawa perubahan di sekolah, dan bahwa siswa saya dapat mencapai kompetensi Pembelajaran Mendalam, didukung oleh pengetahuan dan alat praktis yang saya peroleh selama empat hari ini.
Secara keseluruhan, Diklat IN 2 ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi investasi besar pada kualitas profesional saya sebagai pendidik di era perubahan ini.