LISA (Lihat Sampah Ambil).

Salah satu perilaku yang perlu dilatih dan ditanam sejak dini kepada generasi muda yakni menjaga kebersihan lingkungan. Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan terutama sekolah, SMPN 3 Sekotong memiliki program unggulan unik yang bernama LISA (Lihat Sampah Ambil) yang dilakukan pada setiap Pagi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar sekolah.

Kepala SMPN 3 Sekotong, Lalu Muhammad Junaidi menuturkan, mekanisme dalam program ini adalah siswa dibiasakan untuk mengambil sampah yang terlihat secara spontan setiap harinya, yang kemudian langsung dimasukkan pada tempat yang disediakan.

"Jadi program LISA berawal dari keprihatinan saya dan rekan guru lainnya yang melihat sampah berserakan di sekeliling sekolah. Makanya dengan adanya program LISA sekarang, sampah menjadi berkurang di sini,"

Adapun yang terlibat dalam program LISA tidak hanya siswa, melainkan orang tua murid, dewan guru, kepala sekolah terutama seluruh warga sekolah yang berada di lingkungan sekolah. Secara refleks, biasanya seluruh warga sekolah akan memungut sampah demi terciptanya lingkungan yang bersih.

"Untuk mengawali program ini kami terlebih dahulu memberikan sosialisasi terhadap siswa-siswi maupun lainnya. Kemudian kami langsung memberi contoh dan mempraktikan langsung kepada anak-anak mulai dari kelas satu sampai kelas enam dan sejauh ini hasilnya alhamdulillah positif," ungkapnya.

Dia berharap, program LISA dapat berjalan secara berkesinambungan. Melalui program ini, tentunya diharapkan semakin meningkatkan kesadaran warga sekolah terkait dengan kebersihan. Dengan demikian, ke depannya dapat membentuk karakter siswa dalam menerapkan budaya bersih.

"Kami berharap sampah yang ada di lingkungan kami bisa dikendalikan, sehingga sampah tidak berserakan dimana-mana. Tentunya kami juga berharap murid-murid di sekolah kami menjadi siswa-siswi yang mencintai lingkungan," harapnya.

Untuk memaksimalkan program LISA dalam jangka panjang, lanjut dia, pihaknya akan terus berupaya menciptakan inovasi untuk pengelolaan sampah agar sampah-sampah tersebut nantinya bisa diolah sedemkian rupa.

"Disamping untuk kebutuhan pupuk organik dan tanaman-tanaman kami yang ada di sekolah, nanti ke depannya insyaallah sampah-sampah tersebut bisa bernilai ekonomis," tutupnya.