Project Management Office (PMO) rutin dilaksanakan setiap bulan oleh Sekolah Penggerak bersama Pelatih Ahli (PA). Kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi, merefleksi dan mendiskusikan serta mengawal kegiatan sekolah penggerak terutama dalam hal Project Learning atau pembelajaran berbasis proyek.
PMO merupakan piranti penting yang digunakan untuk mengelola sebuah program. Berdasarkan survey, kegagalan sebuah program biasanya disebabkan oleh organisasi dan manajemen program yang buruk.
Belajar dari kenyataan tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menerapkan PMO pada program sekolah penggerak. Dengan PMO Proses pengelolaan program dibuat terstandar, seluruh pihak yang terkait menggunakan instrumen dan metode yang sama, mulai dari perencanaan, pemantauan, pengelolaan, pengendalian dan pelaporan.
Pada program sekolah penggerak, organisasi PMO berada pada beberapa tingkatan, dari level sekolah, level daerah (provinsi/kabupaten/kota), level level UPT, hingga level pusat di tingkat kementerian. Dengan sistem tersebut, setiap permasalahan dan hambatan yang muncul di sekolah akan mendapatkan pemecahan dari semua level yang ada. Jika sebuah hambatan belum dapat dipecahkan di tingkat sekolah, maka akan dibawa ke PMO tingkat daerah dan seterusnya.
Pengorganisasian PMO juga melibatkan berbagai pihak. Di tingkat sekolah unsur-unsur yang terlibat di antaranya kepala sekolah, guru, pengawas/penilik sekolah, pelatih ahli, komite pembelajar, komite orang tua hingga peserta didik. Dinas Pendidikan, UPT PAUD Dasmen, UPT GTK, dan mitra sekolah juga ikut terlibat dalam mengawal sekolah penggerak.